Share this story

Bumgarner dari Giants: Kecelakaan motor ‘musibah na’as’

Madison-Bumgarner

Dalam penampilan pertamanya untuk media sejak mencederai bahu aktifnya pada kecelakaan motor, jagoan San Fransisco, Madison Bumgarner mengatakan bahwa kemalangannya itu adalah “musibah na’as” dan bukan “kecelakaan gila”.

Sehari yang lalu, kabar menyatakan bahwa rusuk MVP World Series 2014 ini bengkak dan sendi AC pada bahu kirinya terkilir. Sesudahnya hal itu dikonfirmasikan tim, yang juga mengatakan bahwa dia akan diistirahatkan minimal enam sampai delapan pekan game, mungkin lebih lama lagi setelah evaluasi ulang.

“Saya tidak tahu pasti apa yang terjadi. Saya juga terkejut,” kata pemain kidal ini ke media. “Andaikan saya punya cerita fantastis untuk Anda, bahwa itu kecelakaan gila, tapi itu bukan sesuatu yang spektakuler, super sial saja.

“Padahal saya sudah berhati-hati selama itu, itu musibah na’as saja. Terjadi pas di akhir. Itu saja,” ujar Bumgarner.

MENURUN

Giants telah menjadi salah satu tim paling dominan belakangan ini, setelah memenangkan World Series tahun 2010, 2012, dan 2014, tapi tiga musim terakhir ini mereka mengalami kesulitan dan memulai tahun 2017 dengan memenangkan 7 saja dari 20 game pertama.

Bumgarner 0-3 dalam empat start, tapi dia memiliki ERA 3,00 yang lumayan rendah dalam 27 inning sebagai pitcher, yang berarti dia kekurangan run yang dia butuhkan untuk memenangkan game. Skor dari game-game itu, yang semuanya berakhir dengan kekalahan, adalah 5-6, 1-2, 1-3, dan 0-2.

Dari antara lima starter tim, MadBum memegang ERA tertinggi kedua, dibawah mantan jagoan, Matt Cain, dengan ERA 2,42 dalam empat start. Jeff Samarsdzija 0-4 dengan ERA 7,40 dalam empat start, sedangkan Johnny Cueto 3-1 dengan ERA 5,25, dan Matt Moore yang kidal 1-3 dengan ERA 5,87.

Dengan absensi delapan minggu Bumgarner, dia akan melewatkan empat start atau lebih, yang pastinya tidak akan membantu Giants dalam situasi pelik ini.

BEBAN BERAT

Sudah tiga kali juara dan satu kali MVP world series, Bumgarner memikul beban berat di bahu kirinya. Di usia 27 tahun saja, dia masih belajar tanggung jawab apa saja yang ada dengan menjadi frontman franchise tersebut.

“Mengerikan,” kata Bumgarner. “Tentu itu bukan niat saya saat mulai untuk menikmati hari libur saya. Saya sadar itu jelas bukan keputusan saya yang paling bijak.”

“Menyebalkan rasanya untuk tidak bisa bermain dengan teman-teman saya, dan mencoba membantu kami memenangkan game. Saya sudah ngobrol dengan banyak dari mereka. Mereka tahu keadaan saya, dan semuanya juga suportif. Organisasi, anak-anak, semuanya.”

See Also