Share this story

MABUK ATAU MENURUN: Tanpa adanya kesialan, apa Cubs ini sudah kehilangan motivasi?

Chicago Cubs manager Joe Maddon

Pada tahap ini di musim lalu, Chicago Cubs yang tadinya terkutuk mantap untuk musim 100 kemenangan lagi, menang dalam berbagai cara, dari penampilan kuat banyak pemain.

Tapi, saat ini ditulis, Cubs berada di 25-26, ranking ketiga dalam divisi MLB yang dianggap lemah, dan kalah terus dalam enam game, yang menimbulkan kekhawatiran.

Apakah skuad Joe Madden masih mabuk kejuaraan setelah akhirnya mengakhiri hambatan gelar 108 tahun, atau apa mereka hanya menurun, layaknya kebanyakan tim setelah memenangkan World Series?

MANA BAT-NYA?

Chicago kehilangan beberapa pemain offensive kunci dari pengejaran gelar mereka di musim dingin, saat veteran, David Ross, pensiun, Dexter Fowler pindah ke rival divisi, St. Louis, dan Jorge Soler transfer ke Kansas City, tapi pencetak run inti mereka masih ada di Wrigley Field.

MVP NL 2016, Kris Bryant, masih disini, bersama dengan slugger, Anthony Rizzo, dan favorit fans, Javier Baez, begitu pula Kyle Schwarber, Will Contreras, dan Jason Heyward yang mahal. Super bat 2016 masih disini, “satu-satunya” masalah adalah mereka sedang dalam kesulitan.

Bryant masih memegang .277 yang solid, tapi jauh dari rata-rata batting .292 dalam musim MVP-nya tahun lalu. Rizzo lebih buruk di .230, sedangkan Baez mencapai .261. Shortstop, Russell, sebaiknya tidak memegang bat karena dia hanya mencapai .218, dan, kalau bukan karena tantangan kerasnya, Schwarber akan turun peringkat ke liga Triple-A dengan rata-rata .174.

Cubs adalah terburuk keenam dalam pemukulan di liga musim ini, tidak heran mereka mencetak 240 run saja dalam 51 game.

LENGAN YANG LELAH?

Dalam satu sisi, rata-rata 4,69 run per game mereka tahun ini hanya sedikit dibawah 4,99 run per game mereka musim lalu. Tapi bukan hanya batter yang berkesulitan, skuad dari bullpen juga sama.

Musim lalu, Cubs memiliki 5 pitcher yang penampilannya layak atas nominasi penghargaan Cy Young. Semua lima starter memiliki ERA dibawah 4,00, dan bullpen-nya solid, terutama dengan rekrutan tenggat waktu pertukaran, Adam Warren dan Aroldis Chapman.

Pemenang Cy Young, Kyle Hendricks, mencatat 2,13 ERA, sementara Jon Lester memenangkan 19 game dan mencatat 2,44 ERA. Jake Arrieta mencatat 3,10, sedangkan John Lackey memperoleh 3,35, dan Jason Hammel menghasilkan ERA “terburuk” 3,83. Mereka memiliki 881 strikeout secara tergabung, dan mereka strike-out dengan rata-rata 8 batter per 9 inning.

Di tahun 2017, tidak ada starter dengan ERA dibawah 3,00, walau Hammel keluar. Hendricks naik ke posisi nomor 2, dan memiliki 3,75 ERA dalam 10 start. Jagoan, Lester, memiliki 3,86 ERA. Sedangkan Lackey memegang 5,18 ERA, dan Arrieta memiliki 4,92 ERA. Mereka memiliki strikeout yang lebih tinggi per rata-rata 9 inning, tapi mereka juga menghasilkan lebih banyak pukulan per inning.

Pitcher Madden memimpin MLB dalam angka ERA di tahun 2016 dengan 3,15 ERA, dan tim berikutnya adalah Washington dengan 3,51 ERA. Tapi tahun ini, Cubs memegang 4,11 ERA, hanya .09 diatas rata-rata liga.

APA MASALAHNYA DI WRIGLEY

Cubs ini terkadang menunjukkan semangat yang memenangkan mereka 103 game musim lalu. Tapi mungkin itu masalahnya.

Musim lalu, Cubs menunjukkan semangat dari kota yang tidak menjuarai World Series dalam 108 tahun terakhir. Semua kepatahan hati, seluruh usaha keras, semua kritik, dan seluruh keputusasaan yang mengumpani kemenangan indah musim lalu, menghilang tahun ini. Karena betapa mendominasinya mereka di game reguler musim lalu, dan betapa mustahilnya untuk bangkit dari kekalahan 1-3 di World Series, Cubs bukan lagi underdog terhadap kutukan Billygoat dan meme Internet. Mereka telah menjadi target, tim yang akan dilawan semuanya sebaik mungkin. Mereka telah menjadi sasaran.

Selain itu, memenangkan World Series menjadi tekanan berat bagi raga. Musim reguler memiliki 62 game, yang dimuat dalam kira-kira 180 hari, lalu ada pasca-musim, saat tidak hanya tubuh yang terbebani, tapi juga pikiran. Lalu ada World Baseball Classic. Musim yang sangat panjang, turnamen klasik internasional plus jeda yang pendek, yang tidak bagus bagi juara, dan tidak banyak juara beruntun World Series dalam sejarah modern.

Anggap saja kemabukan, atau kemunduran. Tidak masalah. Kecuali Cubs menghadapi tantangan besar baru untuk dihadapi, mereka akan berkesulitan untuk mengulangi kisah sempurna musim lalu.

See Also