Share this story

MU di ambang kejayaan Liga Europa, tapi Ajax adalah rintangan berat untuk dihadapi

manchester-united-marouane-fellaini-team-mates

Memenangkan Liga Europa berarti meraih slot ke Liga Champions musim depan.

Sekarang inilah prioritas utama Manchester United setelah menang agregat tipis 2-1 atas Celta de Vigo, menyusul laga sengit yang berakhir seri 1-1 di leg kedua dari laga semifinal mereka di Old Trafford.

Maka dari itu, Red Devils lolos ke final pertama mereka dalam turnamen ini, dan hanya Ajax yang menghalangi mereka untuk meraih kejayaan di Stockholm.

MU mengalahkan Celta de Vigo 1-0 di leg pertama di Estadio de Balaidos, berkat tendangan bebas Marcus Rashford yang memukau.

Hari Jumat lalu di Old Trafford, giliran Marouanne Fellaini mencetak gol.

The afro-haired midfielder scored on a header in the 17th minute off a far-post assist from Marcus Rashford and it looked like United would be coasting along. It was United’s 100th goal of the season.
Gelandang berambut afro ini menyundulkan gol di menit ke-17

Tapi MU, yang kehilangan momentum pada 20 menit terakhir, menghadapi momen menegangkan saat Celta de Vigo membalas dengan satu gol di menit ke-85 berkat sundulan dari bek, Facundo Roncaglia.

Lalu serangan jarak dekat terjadi, ketika Roncaglia dan Eric Bailly dari MU dikeluarkan dan kedua tim bermain dengan 10 pemain untuk masing-masing tim hingga peluit terakhir.

Celta juga kehilangan peluang untuk menyingkirkan MU dengan gol tandang di detik-detik terakhir laga, saat tendangan striker, John Guidetti, meleset dari jarak dekat untuk tendangan terakhir, setelah operan dari Claudio Beauvue, yang melegakan bagi MU, dan tentunya bagi Mourinho.

Di Prancis, Ajax berkesulitan untuk menyingkirkan Olympic Lyonnais dengan skor agregat 5-4, sesudah Lyonnais menang 3-1 pada leg kedua di Park Olympic Lyonnais. Ajax memenangkan leg pertama 4-1, tapi harus berkepayahan membelokkan serangan balik Lyon yang hebat.

Saat ini skuad Jose Mourinho harus melupakan kampanye Liga Premier. Ini obsesinya untuk menjuarai Liga Europa dengan segala cara.

24 Mei nanti, kita akan mengetahui apa MU bisa menambahkan satu-satunya piala akbar yang hilang dari koleksi mereka. Itu juga kalau mereka menang atas Ajax di Friends Arena.

Lupakan saja kritikannya. “Special One” selalu bisa dengan mudah menangkisnya.

Seperti yang dia katakan, dia “berjudi” dengan memprioritaskan Liga Europa hanya untuk melaju ke kompetisi klub paling bergengsi di Eropa.

Mereka sekarang di ranking lima di top flight Inggris, empat poin dibawah ranking empat, Manchester City, dan tersisa tiga laga dan masih bersaing untuk finish di empat besar.

Menang atas Celta de Vigo menghapus stigma tentang kekalahan 2-0 MU dari Arsenal baru-baru ini, yang mengakhiri rangkaian 25 laga tak terkalahkannya mereka di Liga Premier.

Itu juga akan memberikan mereka banyak keyakinan diri melawan Ajax.

Mourinho, dengan sikap mentalnya yang kontroversial, telah menyatakan bahwa Liga Europa adalah peluang terbesar MU untuk lolos ke Liga Champions.

Kalau mereka gagal, tambah pelatih yang bersemangat ini, mereka tidak akan kecewa, karena baginya “tidak masalah apa yang terjadi nanti”.

See Also