Share this story

Munchen ingin balas dendam saat menjamu Madrid

Carlo Ancelotti-Munich

Real Madrid menguasai Allianz Arena terakhir kali mereka bertandang ke Bayern Munchen pada pertandingan Liga Champions.

Bulan April 2014, banyak orang mengira Munchen akan meruntuhkan Real Madrid saat mereka berhadapan di rumah jagal terkenal klub Bavaria itu, tapi sebaliknya, tim Spanyol ini menaklukkan tuan rumah mereka, dan akhirnya menang 4-0 dan menang agregat 5-0.

Itu adalah kekalahan kandang paling memalukan bagi jagoan Jerman ini, dan Madrid akhirnya memenangkan Liga Champions musim itu.

Ada banyak perubahan sejak saat itu, Carlo Ancelotti adalah pelatih Madrid waktu itu, tapi sekarang dia memegang kendali untuk Munchen. Pep Guardiola, mantan pelatih Bayern, kini berlokasi di seberang English Channel, dan membimbing Manchester City.

Ada pemain yang meninggalkan kedua tim (seperti Bastian Schweinsteiger dari Munchen), dan ada yang dipecat begitu saja (seperti Casillas dari Madrid), dan ada yang bertukar tim (seperti Toni Kroos dan Xabi Alonso). Tapi ada pemain kunci yang tidak pindah, hanya dua tahun lebih lama, atau lebih bagus, tergantung pendapat Anda.

MENGERIKAN

Munchen sangat diunggulkan untuk mendominasi di pertarungan perempat final ini karena mereka telah meraih kembali aura ketangguhan yang membuat tandang gugup selama laga, dan mereka mengangkat Ancelotti sebagai pelatih.

Pelatih berusia 57 tahun ini diberhentikan oleh Madrid pada Mei 2015, setahun saja setelah memenangkan La Decima, piala Liga Champions klub yang kesepuluh. Dia mungkin tidak menunjukkannya tapi dipecat secara mendadak pasti membersitkan sedikit dendam dibawah rambut berubannya, dan mengalahkan Madrid akan menjadi pembalasannya terhadap pimpinan Real Madrid, Florentino Perez. Dengan dua hal untuk dibalas, Munchen memiliki dua kali lipat inspirasi untuk mengalahkan Madrid.

Nah, kembali ke aura itu. Munchen telah memenangkan 16 laga kandang Liga Champions terakhirnya sejak kekalahan mengerikan dari Madrid di tahun 2014. Mereka mencetak 58 gol di semua kemenangan itu, dan memperoleh catatan bersih di 9 diantaranya.

Di babak terakhir saja mereka menggulingkan Arsenal 10-2, Munchen mengerahkan kehebatannya dan menghabiskan klub London Utara itu, lalu meremukkan mereka di lapangan Allianz Arena, seperti lawan-lawan sebelumnya.

MASIH ELIT

Kalau ada tidak yang tidak segan memasuki Allianz Arena, tim itu pasti Real Madrid, yang sama hebatnya dan telah memenangkan dua turnamen Liga Champions terakhir.

Madrid memimpin di La Liga, bahkan dengan tersisa satu laga, dan mereke telah memenangkan 39 dari 50 pertandingan dibawah pelatih, Zinedine Zidane.

Rekor tandang mereka tidak sehebat rekor kandang Munchen, tapi Madrid tak terkalahkan dalam lima laga tandang terakhirnya di Liga Champions, dan telah memenangkan lima laga tandang terakhirnya di semua kompetisi.

See Also