Share this story

Bagi Milan, tetap ada harapan walau mereka gagal merekrut Rodriguez

Real-Madrid-James-Rodriguez

AC Milan finish ranking enam di Serie A musim lalu.

Bagi para petinggi klub, itu tidak cukup, dan jauh sekali dari aura yang membuat mereka juara dan penantang solid tempo dulu.

Dan salah satu solusi yang terpikirkan mereka adalah untuk mengembangkan, posisi, hmm situasi itu, di musim depan adalah untuk merekrut pemain baru, lebih bagus lagi yang berkelas.

Mereka menemukan karakteristik itu pada playmaker Real Madrid, James Rodriguez.

Rodriguez menjadi target besar perekrutan untuk berbagai tim, sesudah dia umumkan bahwa dia ingin meninggalkan tim jagoan Spanyol dan bermain di klub lain di musim depan.

Milan adalah salah satu klub yang tertarik untuk merekrutnya.

Tapi untuk mendapatkannya memerlukan pengeluaran yang besar.

Pemain internasional Kolombia ini tampil memukau selama Piala Dunia 2014 di Brazil, yang memberikannya kesempatan untuk meraih perpindahan hebat ke Real Madrid, dari Monaco.

Tapi Rodriguez telah bermain kurang bagus untuk Los Blancos, juga tidak mampu menjalin hubungan baik dengan para pelatih klub.

Jadi, dia dinyatakan untuk dijual. Dan muncullah Milan.

Namun, saat Milan dianggap sudah mantap untuk merekrut Rodriguez, mereka mundur.

Tindakan mengejutkan itu memberikan dorongan untuk usaha tim jagoan Liga Premier, Chelsea dan Manchester United.

Tampaknya uang adalah alasan Milan menyerah untuk mendapatkan Rodriguez.

Biaya transfer yang diminta oleh Real adalah £50 juta, tapi Milan mengatakan bahwa mereka belum siap untuk menghamburkan uang sebanyak itu.

Tapi bukan kerugian total bagi tim Italia tersebut.

Mereka gagal mendapatkan Rodriguez, tapi sekarang mereka telah menambahkan kekuatan dengan merekrut striker muda asal Portugal, Andre Silva.

Silva, 21, yang sebelumnya bermain untuk Porto, baru-baru ini menandatangani kontrak lima tahun senilai €38 juta, yang membawa optimisme ke tim Turin itu.

Dia naik daun setelah tampil bagus di kampanye Portugal dalam Piala Konfederasi di Rusia, walau skuadnya kalah dari Chili di semifinal lewat adu penalti.

Ada alasannya Milan menjadi 18 kali juara Serie A dan tujuh kali juara Eropa.

Kejuaraan mengalir dalam nadi mereka, dan gagal mendapatkan Rodriguez hanya sementara.

Kadang kita menang, kadang kita kalah. Begitulah sepakbola.

Sudah pasti, I Rossoneri akan bangkit kembali dan menguat di musim depan.