Share this story

Lazio menyingkirkan Roma secara agregat, mencapai final Coppa ketiga dalam 5 tahun

Lazio mengakhiri masa penantian selama empat tahun untuk menang atas rival kota tetangga mereka, Roma. Secara agregat, Lazio merangkum kemenangan 4-3 untuk mengamankan final Coppa mereka ketiga dalam lima tahun terakhir.

Skuad Simone Inzhaghi kalah 2-3 pada leg kedua, tapi unggul 2-0 secara agregat yang dibuat sebulan sebelumnya, hal ini berarti Lazio akan menjadi perwakilan ibu kota yang akan menghadapi pemenang dari perseteruan antara Juventus dan Napoli dalam laga semi final lainnya.

“Saya sangat percaya diri,” kata Inzaghi, yang akan merayakan ulang tahunnya beberapa jam setelah pertandingan. “Kami tahu telah melakukan sesuatu yang luar biasa.”

“Tim saya sangat hebat. Mereka memberikan ulang tahun terbaik dalam hidup saya.”

Sergej Milinkovic-Savic dan Ciro Immobile, pahlawan pada kemenangan 2-0 bulan lalu, sekali lagi berjasa untuk Lazio, saat keduanya melesatkan gol yang dibutuhkan tim mereka untuk lolos.

Milinkovic-Savic membuka gol pada menit ke 37, namun Stephan El Shaarawy dari Roma menyeimbangkan pertandingan dua menit sebelum break.

Immobile membuat Lazio unggul 4-1 secara agregat empat menit sebelum marka satu jam, tapi Mohamed Salah menyeimbangkan pertandingan lagi sepuluh menit setelahnya.

Roma menggertak untuk merebut babak terakhir dalam pertandingan, namun Salah hanya berhasil mencetak satu gol lagi untuk memberikan kemenangan bagi sang tuan rumah, meskipun itu akan sia-sia karena Lazio lolos dengan keunggulan agregat, dan melenggang ke final Coppa ketiga mereka dalam lima tahun.

KONSISTEN

Ini akan menjadi perjalanan ketiga Lazio ke final Coppa Italia dalam lima musim terakhir, menyusul kekalahan mereka dari Juve di 2015, dan kemenangan mereka atas Roma di 2013.

Gelandang Senad Lulic, yang mencetak gol kemenangan di final 2013, masih bersama tim dengan Stefan Radu. Thoma Strakosha, yang menghabiskan final 2013 sebagai pemain cadangan, kini mulai bermain dalam beberapa pertandingan menggantikan veteran, Federico Marchetti.